Presiden Kolinda Grabar memang super fans Kroasia, ini buktinya

Presiden Kolinda Grabar memang super fans Kroasia, ini buktinya

Presiden Kolinda Grabar memang super fans Kroasia, ini buktinya

janis-kelly.com - Presiden Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic yang tak pernah absen mendukung timnas Kroasia sepanjang gelaran Piala Dunia 2018 mencuri perhatian para penggemar sepak bola. Bukan hanya karena parasnya yang cantik, namun Grabar juga mendulang pujian karena statusnya sebagai kepala negara yang mendukung penuh Luka Modric dan kawan-kawan.

Presiden Grabar ini bukan hanya sosok yang hangat. Namun, dalam karier politiknya sangat moncer. Sebelum menjabat sebagai Presiden Kroasia, ia menduduki jabatan sebagai asisten Sekjen diplomasi NATO. Presiden Kolinda fasih berbahasa Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Portugal dan Italia.

Dukungan yang ia berikan kepada Vatreni tak hanya menonton langsung tim asuhan Zlatko Dalic, presiden berusia 50 tahun tersebut juga menghampiri para pemain di ruang ganti dan memberikan pelukan kepada seluruh staff dan pemain usai Kroasia berhasil mengalahkan Rusia pada babak perempat final.

Meskipun timnas Kroasia tak berhasil mempersembahkan trofi berlapis emas 18 karat untuk pertama kalinya setelah menelan kekalahan dari Prancis dengan skor 2-4, namun Grabar tetap menunjukkan rasa bangganya kepada pencapaian Modric dan kawan-kawan.

Piala Dunia 2018 bukanlah momen pertama kali bagi Grabar mendampingi timnas Kroasia dalam turnamen sepak bola besar. Sebelumnya, Grabar juga hadir mendampingi Kroasia yang berlaga dalam Euro 2016 silam. Kolinda Grabar sendiri menjabat sebagai Presiden pada tahun 2015.

 

Sebuah video yang diunggah akun official Kolinda Grabar-Kitarovic memperlihatkan momen di mana presiden perempuan pertama Kroasia tersebut menghampiri para pemain di ruang ganti. Grabar juga memberikan tos kepada pemain satu per-satu.

Kroasia berhasil melaju ke babak 16 besar pada gelaran Euro 2016, Modric dan kawan-kawan berhasil keluar sebagai juara Grup D. Namun sayang, langkah mereka harus terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Portugal dengan skor tipis 0-1.