Kelompok ini mengeksplorasi alat musik tradisional jadi lebih kekinian

Kelompok ini mengeksplorasi alat musik tradisional jadi lebih kekinian

Kelompok ini mengeksplorasi alat musik tradisional jadi lebih kekinian

janis-kelly.com - Siapa bilang musik tradisional nggak modern? Jika kamu punya anggapan begitu sebaiknya pikir-pikir lagi deh. Buktinya, sekelompok mahasiswa Institut Kesenian Jakarta yang tergabung dalam Grup musik Percussion Experimental bisa tuh membuat musik tradisional menjadi keren.

Mereka juga mampu menyajikan hiburan menarik dalam pementasan berjudul Ber(isi)k! yang digelar di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu (26/5/). Kerennya lagi, para musisi muda ini juga sukses mengeksplorasi alat musik tradisional yang dipadu dengan instrumen musik modern.

Alat musik tradisional juga bisa dimainkan secara kekinian

Alat musik yang ditampilkan dalam pementasan ini antara lain, gamelan bali, gangsa yang dipadukan dengan permainan alat musik perkusi barat seperti, drum hingga vibrafon pun turut disertakan dalam formasi band ini.

“Perpaduan kedua alat musik tradisional dan modern ini menjadi sebuah contoh akulturasi budaya yang ditampilkan Percussion Experimental ke hadapan para penikmat seni yang menyaksikan pementasan ini,” ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian.

Instrumen tradisional bisa disandingkan dengan musik modern

Nah lewat pertunjukan semacam ini Renita berharap semakin banyak seniman muda yang terinspirasi untuk menyisipkan unsur budaya dalam setiap karya seni yang mereka ciptakan.

Dalam pementasan itu, Percussion Experimental menyajikannya dengan gaya panggung yang dramatis ala rocker. Pementasan dibuka dengan lagu berjudul Pesona Indonesia dilanjutkan dengan Sakala, Bangga Indonesia, Salemba, dan Senandung.

Gaya panggung yang dramatis ala rocker

“Lewat pementasan ini kita ingin memperlihatkan bahwa instrumen tradisi bisa digubah untuk kalangan muda khususnya. Sekarang ini banyak banget turis asing yang belajar alat musik tradisi sementara kita menganggapnya instrumen kuno,” kata Amien Arroysi, salah satu inisiator dibentuknya grup Percussion Experimental kepada Brilio.net usai pementasan.

Lewat pementasan ini Amien ingin mencoba mengubah pola pikir di kalangan anak muda bahwa instrumen tradisional bisa disandingkan dengan musik modern. Selama ini, Percussion Experimental membawakan genre rock karena dianggap bisa lebih mudah diterima kalangan muda yang punya adrenalin besar, Tapi nggak jarang kelompok ini juga membawakan lagu bergenre fusion atau jazz.

Abel, salah satu personel Percussion Experimental 

Menurut Amien Indonesia memiliki ragam alat musik tradisional yang dapat menciptakan irama-irama dan nada-nada yang indah saat dimainkan. Menurut dia sangat sayang jika keindahan tersebut semakin sulit terdengar.

Sementara Asiabelle Vfay atau yang bisa disapa Abel, salah satu personel Percussion Experimental merasa tertarik bergabung karena kelompok ini mampu memadukan alunan tradisi dengan genre rock yang nge-beat.     

Abel yang baru satu bulan bergabung dalam pementasan itu bermain saron, salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Cewek semester empat yang mengambil jurusan musik di IKJ ini memang punya basic musik klasik.

Ternyata juga disukai milenial koq

“Aku merasa tertantang aja buat ikut main dengan mereka. Sebelumnya aku pernah lihat mereka tampil dan keren banget,” ujar Abel kepada Brilio.net.

Ya Abel adalah salah satu contoh generasi milenial yang tertarik dengan perpaduan musik tradisional dengan modern. Tuh kan, musik tradisional itu bisa dibikin keren lho.     

 

(brl/red)